Lampung Tengah, rajanews86.com
Belum lama di laporkan oleh Ketua LSM LPAB Lampung tengah Sofyan AS ST ke Polda Lampung atas dugaan Korupsi pengadaan Crhomebook sebanyak 2100 unit sebesar Rp. 4,5 Milyar. kini Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah kembali di soal dan di tudingan Ketua LSM LPAB Sofyan AS ST atas dugaan pengondisian belanja bahan bacaan Buku yang di adakan di seluruh sekolah SD/SMP Negri dan Swasta se Kabupaten Lampung Tengah.

Masih kata Sofyan, Pengadaan Buku BACA TULIS AL-QURAN ( BTQ ) yang di adakan dari Penerbit PT. Pustaka Mulia di bawa dan di pasarkan oleh CV.Intisari Niaga untuk jenjang SD & SMP Negeri dan Swasta se Kabupaten Lampung Tengah yang mana setiap sekolah di paksa untuk membeli buku tersebut minimal 6% dari anggaran Biaya Oprasional Sekolah BOS per tahun.
Meskipun sekolah-sekolah ada yang sudah mempuyai buku tersebut namun tetap di paksakan harus membeli dengan dalih bahwa harus membeli buku BTQ yang dibawa oleh CV Intisari niaga karna itu Proyek Bupati.
Atas kejadian tersebut Sofyan sangat menyayangkan kenapa mesti terjadi demikian karna pengadaan tersebut hak kepala sekolah mau membeli dari mana dan kepada siapa, terlebih bagi siapa yang tidak mau membeli buku tersebut pihak sekolah langsung di panggil oleh Dinas agar menghadap pada bagian Diknas yakni Norita.
Dengan adanya kejadian tersebut LSM LPAB mengungkapkan akan segera menyusulkan laporan baru kepada Kejati, ” ya Kami akan sampaikan Laporan yang baru ada beberapa persoalan yang tak layak di lakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah, bukan hanya pengadaan buku bahkan tahun 2024 ini kita banyak temuan mulai dugaan korupsi terhadap proyek pembangunan sekolah DAK sampai pengadaan Cromebook tahun 2024, dan sebagian besar PLT Kepala Sekolah di Lampung Tengah rangkap jabatan ada yang kepala sekolah merangkap oprator kecamatan ada yang kepala sekolah daoble sekolah dan ada juga gratifikasi ” kata sofyan
Sementara secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah di hubungi guna untuk mengkonfirmasi hal tersebut melalu Nomor 0895 3424619## tidak menjawab bahkan dikirim pesan pun diabaikan. (Akhmad Nadi)
