Penyampaian kepala sekolah SMP IT Al-Hidayat BangunRejo tidak sinkron dengan apa yang disampaikan bendahara dan operator sekolah sebutkan biaya aplikasi PPDB online kabupaten Lampung tengah Sebesar Rp 1.500.000, pada awak media saat di konfirmasi terkait adanya biaya dalam PPDB di tahun 2023 lalu yang dianggarkan mencapai Rp. 12.600.000.
Sebelumnya awak media Telah berkunjung di SMP IT Al-Hidayat BangunRejo, pada 06/06/2024. dan bertemu langsung oleh RD selaku bendahara dan WD selaku operator sekolah, Dalam keterangan nya, biaya yang mencapai Rp. 12.600.000, digunakan salah satu nya untuk membayar PPDB online, melalui aplikasi PPDB Disdikbudlampungtengah. Menurut Keterangan Pihak Sekolah juga di wajibkan membayar Melalui MKKS sebesar Rp. 1.500.000 untuk penggunaan Website atau Aplikasi PPDB Online setiap tahun nya. ungkap bendahara dan operator sekolah.
Dengan tegas menyampaikan “Kita Sewa Web pak Semua tingkat SMP diwajibkan, sebesar 1.500.000, pembayaran Disetor lewat MKKS. “Lanjut Iya Menerangkan” untuk nama aplikasi nya PPDBDISDIKBUDLAMPUNGTENGAH setiap tahun kami bayar nya pak, isi aplikasi tersebut dokumen sampai pengenalan lingkungan, ungkapnya.
namun berbeda yang di sampaikan AY selaku kepala sekolah, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp Ke nomer 08127324xxxx 14/06/2024, Waalaikmsslm, untuk aplikasi PPDB Rp 500.000 pak. Ungkapnya
Melihat hal tersebut tentunya dengan adanya Aplikasi atau Website PPDB Online di Lampung Tengah justru menambah beban Sekolah terutama dalam penggunaan Dana BOSP, yang mana memiliki prinsip Felksibel, Efektif, Efisien dalam penggunaan nya.
MKKS di duga menjadikan Aplikasi PPDB tersebut sebagai ladang bisnis yang mana Menurut Keterangan masih Di Duga dimanfaatkan setiap tahun nya untuk meraup keuntungan, sementara Kebanyakan Sekolah kesulitan bahkan kebingungan dalam mengelola dana BOSP.
Hal tersebut tentunya patut di pertanyakan, kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah harus bisa menjelas kan secara transparan ke Publik agar tidak terjadi beragam opini negatif yang menjurus kepada bancakan Korupsi dengan dalih PPDB, mengingat hasil setoran setiap sekolah tersebut jumlah nya sangat besar.
(Bersambung…..)
(Tim)
