Lampung Tengah – Skandal dugaan korupsi pembangunan islamic Center lampung Tengah kembali dibongkar, kali ini Ketua dewan pengurus daerah (DPD) perkumpulan gerakan kebangsaan (PGK) lampung Tengah hefki aburizal mengatakan, pihaknys mendesak aparat penegak hukum untuk mengurai kembali kecurangan volume spek dalam pengerjaan pembangunan islamic Center ditahap satu dan tahap dua.
Masih menurut hefki, dalam proses tender yang dilakukan oleh dinas perumahan dan pemukiman (Perkim) lampung Tengah sebagai pihak leading sektor seharusnya menjadi pengawas serta ikut bertanggungjawab dalam pelaksanaan pekerjaan, terapi pada fakta dilapangan masih banyak ditemukan fakta bahwa pengerjaan yang memakan biaya Miliyaran rupiah itu justru menjadi bancakan korupsi.
Hefki juga menilai bahwa pihak perusahaan yang juga diduga sebagai pejabat negara (DPR RI) itu juga tidak melihat kearifan lokal malah justru menguntungkan secara perusahaan, apalagi laporan hasil pemeriksaan badan pemeriksa keuangan (PHP BPK) menunjukkan ada kelebihan bayaran yang sampai hari ini belum dibayarkan.
“Kami meminta dan mendesak kepada pihak dinas perkim untuk segera menuntaskan persoalan, dan juga kepada aparat penegak hukum (APH) untuk objektif memeriksa, tidak menutup kemungkinan ada celah korupsi yang melibatkan orang-orang besar didalam pengerjaan proyek islamic Center” Tegas Hefki. (senin, 25 Mei 2026)
