Proyek Pembangunan MCK 2024 Akan di Laporkan ke APH oleh Tim Pencari Fakta, diduga ada Korupsi Besar

Lampung Tengah – Raja News86..Berdasar informasi yang digalang dan dikumpulkan oleh Tim Bang Nadi Raja news86 dari berbagai informasi warga masyarakat dan investigasi dilapangan, ditemukan adanya pekerjaan Proyek MCK 311 titik yang terbagi di 4 Kecamatan yang ada di Lampung Tengah, yang diantanya yakni Kecamatan Pubian sebanyak 87 titik,kecamatan Anak ratu aji 85 titik, Kecamatan Rumbia 83 titik dan Kecamatan Way Pengubuan sebayak 56 tik ketika Tim Bang Nadi Raja news86 melakukan penelusuran di dapat data informasi bahwa didalam pekerjaan tersebut untuk satu titik pekerjaan bernilai Rp 12.500.000. Dan yang jadi permasalahan adalah adanya pengadaan barang yang tidak sesuai dengan spek dan pengerjaannya diduga banyak penyimpangan sehingga di sinyalir terjadi adanya korupsi.

Dugaan tersebut berdasar pada pengadaan belanja barang yang tidak sesuai spek dan pengerjaan MCK tidak sesuai Bestek.
Dengan 1 batang Hollow sehingga banyak dari para penerima manfaat mengaku menambah kekurangan material karena harus mencukupi pembangunan tersebut.Menurut tim di lapangan mendapatkan data fakta seperti pembangunan yang berada di Kampung Payung Dadi, berdasarkan keterangan dari masyarakat penerima pembangunan tersebut dan fakta yang terjadi dalam pembangunan tersebut, material yang disediakan antara lain 3 sak semen (Merk R**awali), batu bata 500 biji, pasir sekitar setengan mobil kecil, 1 closet, pipa 3 inc 1 batang, kayu kaso 9 batang, septik tank 800-900 ml, dan 1 lembar spandek ukuran bangunan. Di samping itu untuk lubang penggalian dilakukan oleh mereka selaku penerima manfaat, yang mengaku ada yang di bayar hanya Rp.100.000 dan ada yang tidak di bayar.

Selanjutnya dilakukan penelusuran dilain lokasi juga tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Kampung Karang Jawa Kecamatan Anak Ratu Aji , bahkan di kampung tersebut justru lebih miris, yang mana batu bata nya hanya di sediakan sekitar 300-350 biji, tidak di beri kayu kaso yang di ganti dengan 1 batang Hollow Sehingga banyak dari para penerima manfaat mengaku menambah kekurangan material karena harus mencukupi pembangunan tersebut.

Dari petikan kegiatan proyek MCK tersebut merunut dari data LPSE, pekerjaan itu terbagi menjadi 2 paket yang di kerjakan dengan Metode E-purchasing, dari ke dua pekerjaan tersebut di ketahui yakni Pembangunan MCK dan Pemasangan Tangki Seftik 0,8 M3 dengan Pagu Anggaran Rp. 2. 332.500.000 dan Pengadaan Tangki Seftik Individual 0,8 M3 dengan Pagu Anggaran Rp. 1.487.896.774 dengan jadwal pelaksanaan kontrak dari bulan Mei-September 2024.

“Dugaan adanya penyimpangan pekerjaan MCK ini sudah kami ambil beberapa sampling datanya dan kami kumpulkan lama, namun tim menunggu saat yang tepat untuk melaporkan ke APH,” ungkap Nadi ketua tim investigasi.

Dengan adanya hasil penelusuran tim media yang tergabung, mempertanyakan pekerjaan yang menghabiskan milyaran uang APBD Lampung Tengah Tahun 2024 tersebut, apabila tidak ada sikap dari Dinas terkait bahkan menerima pekerjaan tersebut dengan kejanggalan – kejanggalan yang terjadi tentunya harus dilakukan peninjauan, mengingat adanya indikasi yang akan merugikan Keuangan Negara yang tidak sedikit.

“Dari data data yang sudah di kumpulkan dan diteliti kini menunggu waktunya untuk tim membuat Laporan ke APH agar dapat di usut tuntas,” tandasnya. (Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *