“Disudut Kota ini” Bundaran Pancasila Kalianda Jadi Harapan Baru pada UMKM Lokal

KABUPATEN LAMPUNG SELATAN – Pada tugu Bundaran Pancasila yang berada tepat di pintu masuk ibu kota Kabupaten Lampung Selatan, Kalianda, hingga kini masih menjadi salah satu tempat favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu di malam hari.

Lokasi yang strategis serta suasana yang nyaman menjadikan Bundaran Pancasila selalu ramai dikunjungi, baik oleh warga Kalianda maupun pengunjung dari luar daerah.

Setiap malam, kawasan Bundaran Pancasila tidak pernah benar-benar sepi.

Banyak warga sekitar datang untuk sekadar bersantai, melepas penat setelah seharian beraktivitas, maupun menikmati suasana malam yang penuh keramaian.

Tidak sedikit pula pengunjung dari luar daerah seperti Jawa maupun berbagai wilayah di Sumatra yang singgah, terutama mereka yang sedang melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor atau kendaraan lainnya.

Kondisi semakin ramai ketika memasuki akhir pekan, khususnya pada malam Minggu.

Hingga Anak-anak muda, sampai dengan orang Dewasa dari berbagai usia tumpah ruah memadati kawasan tersebut. Mereka datang bersama teman maupun keluarga untuk sekadar menikmati suasana, berfoto, bercengkerama, hingga makan bersama.

Selain menjadi tempat berkumpul, Bundaran Pancasila juga menjadi pusat aktivitas pedagang kaki lima dan pelaku UMKM. Beragam jajanan ditawarkan kepada para pengunjung, mulai dari makanan ringan, makanan berat, hingga aneka minuman.

Kendati demikian. Pengunjung dapat menemukan berbagai pilihan seperti kopi, es teh, wedang jahe, serta makanan khas seperti bakso, ketoprak, tempe mendoan, dan berbagai jajanan lainnya yang menggugah selera.

Di antara keramaian tersebut, salah satu pengunjung yang hampir selalu hadir setiap malam Minggu adalah Tatit bersama keluarganya. Ia mengaku sudah menjadikan Bundaran Pancasila sebagai tempat rutin untuk menikmati suasana malam, selama cuaca mendukung.

“Kalau tidak hujan, hampir setiap malam Minggu kami selalu ke sini. Suasananya ramai dan menyenangkan, apalagi banyak jajanan UMKM yang bisa dinikmati bersama keluarga,” ujar Tatit.

Menariknya, Tatit dan keluarga kerap datang dengan membawa kendaraan klasik berupa mobil Jeep Willys buatan Amerika, yang diketahui merupakan kendaraan produksi perusahaan Willys-Overland Motors.

Meski begitu. Kehadiran mobil tersebut sering menarik perhatian warga dan pengunjung lainnya karena tampilannya yang unik dan bernilai sejarah.

Menurut Tatit, Bundaran Pancasila memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai pusat keramaian dan ruang publik bagi masyarakat Kalianda.

Dan ia juga berharap, agar Pemerintah Daerah (Pemda setempat) supaya dapat memberikan perhatian lebih, baik dari segi penataan pedagang, penerangan, kebersihan, keamanan, maupun fasilitas umum agar kawasan tersebut semakin nyaman.

Sehingga, Tatit juga berharap agar suasana Bundaran Pancasila dapat dibuat lebih hidup seperti suasana alun-alun di kota-kota besar yang menjadi pusat hiburan rakyat.

“Kalau bisa ditata lebih baik lagi lah. Bundaran Pancasila ini bisa jadi ikon Wisata malam Lampung Selatan.”

“Saya berharap pemerintah daerah bisa menghidupkan suasana kembali, seperti alun-alun di Yogyakarta yang selalu ramai dan tertata,” ungkapnya.

Dengan demikian, warga sekitar juga menilai Bundaran Pancasila bukan hanya sekadar tempat berkumpul, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas jualan di kawasan tersebut.

Dengan ramainya kunjungan setiap malam, terutama di akhir pekan, Tugu Bundaran Pancasila pada dikenal Tugu Bumi Khagom Mufakat itu, dinilai menjadi salah satu Ruang Publik yang luas dan Berpotensi Besar, untuk terus dikembangkan sebagai Pusat Wisata Kuliner saat malam hari serta sekaligus tempat rekreasi Keluarga di Kota Kalianda, yang masuk lokasi Kelurahan Way Urang Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan ini. (Al/Tim)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *