Lampung Tengah — Pembangunan jembatan di Kampung Sendang Asih, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, menuai sorotan dari masyarakat dan pegiat kontrol sosial. Proyek yang disebut bersumber dari anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Tengah itu dinilai dikerjakan tidak maksimal dan terkesan asal-asalan.
Sorotan tersebut disampaikan Rayyan, pegiat kontrol sosial Lampung Tengah wilayah barat. Ia menilai kualitas pembangunan jembatan perlu mendapat perhatian serius agar tidak merugikan masyarakat sebagai pengguna fasilitas umum.
“Pembangunan jembatan ini seharusnya mengutamakan kualitas dan keselamatan masyarakat. Jangan sampai anggaran yang berasal dari pemerintah justru menghasilkan pekerjaan yang dinilai tidak maksimal,” ujar Rayyan kepada awak media, Rabu (7/5/2026).

Menurutnya, sejumlah bagian bangunan terlihat belum rapi dan menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait standar pengerjaan proyek tersebut. Ia meminta pihak terkait, termasuk instansi teknis dan aparat pengawas, turun langsung melakukan pengecekan di lapangan.
Rayyan juga berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dapat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran daerah, khususnya yang bersumber dari dana penanggulangan bencana.

“Harapan masyarakat tentu pembangunan dilakukan sesuai spesifikasi dan tidak terkesan asal jadi. Karena fasilitas ini nantinya digunakan untuk kepentingan umum,” tambahnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Kampung Sendang Asih maupun BPBD Lampung Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait kritik yang disampaikan tersebut.
Masyarakat berharap adanya transparansi dan pengawasan dalam setiap pembangunan infrastruktur agar hasil pekerjaan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.(*)
