Aspal Jalan Hotmix di Kampung Purworejo Mengelupas, Kontrol Sosial Minta Klarifikasi Dinas Terkait

Lampung Tengah – Jalan hotmix yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Tengah pada ruas jalan Kampung Purworejo, Kecamatan Padang Ratu, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, meski baru selesai dikerjakan dan belum genap berusia lama, kondisi aspal di beberapa titik dilaporkan sudah mengalami pengelupasan.

Rayyan, selaku kontrol sosial wilayah barat Kabupaten Lampung Tengah, menyampaikan bahwa dirinya menerima laporan dari masyarakat setempat melalui pesan langsung (DM) di media sosial TikTok pada Minggu, 4 Januari 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, ia kemudian turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Hasil pengecekan di lapangan, memang benar terdapat kerusakan berupa aspal yang mengelupas di tiga titik pada ruas jalan tersebut. Padahal jalan ini tergolong baru selesai dikerjakan,” ujar Rayyan kepada wartawan.

Selain kondisi fisik jalan, Rayyan juga menyoroti tidak ditemukannya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Menurutnya, papan informasi merupakan kewajiban dalam setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran negara agar masyarakat mengetahui sumber dana, nilai proyek, serta pelaksana kegiatan.
“Kami menilai pekerjaan ini terkesan asal-asalan dan tidak transparan karena tidak dipasang papan informasi proyek. Ini perlu menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, Rayyan selaku kontrol sosial meminta klarifikasi dari Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah sebagai instansi terkait, guna mengetahui penyebab kerusakan dini pada jalan hotmix tersebut serta memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait temuan di lapangan. Media raja nwes masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi dan penjelasan lebih lanjut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti temuan tersebut demi menjaga kualitas pembangunan infrastruktur serta memastikan penggunaan anggaran daerah berjalan secara transparan dan bertanggung jawab.red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *